//
you're reading...
info musik

MANAGER DAN BAND

Jangan lupakan hal ini karena bagian ini akan menjadi landasan kerja kedua belah pihak di kemudian hari. Jika proyek musik yang digarap akhirnya cuman jadi lontong sayur sih gak masalah, tapi kalo nanti-nantinya malah jadi emas kan malah bisa bikin ribut dunia persilatan ?

Topik-topik pembahasan kesepakatan biasanya dimulai sbb :

JANGKA WAKTU KERJASAMA Bahasan kita mulai dari sini karena kalau kita belajar dari para bule, yang namanya target itu harus selalu ada. Kalau target 2-3-5 tahun berhasil terpenuhi maka kerja lanjut terus, tapi kalo masih stagnan dan gitu-gitu aja itu artinya kita cuma buang-buang waktu, pikiran dan duit semata. Sia-sia ! Keburu tua di jalan. So, Jangka waktu kerjasama itu penting.

Masa kerjasama awal sih kalo pengen aman jangan lama-lama. Satu atau dua tahun aja dulu sepertinya cukup, lalu kita lihat seperti apa hasil persenyawaan tersebut. Jika ternyata berkembang dengan baik, maka tingkatkan jangka waktu kerjasama berikutnya menjadi 3 sampai 5 tahun. Demikian seterusnya.

PROSENTASE KOMISI Ini juga harus dibahas di awal. Meskipun pada mulanya semua pihak bekerja dengan modal dengkul, tetep harus dibahas kemungkinan jika nantinya mendapatkan keuntungan finasial.

Setelah menggali berbagai sumber di industri musik local maupun dunia, rata-rata manager pribadi memperoleh prosentase komisi 10 – 20 % dari penghasilan kotor artis. Artinya jika si artis dapat job manggung Rp 500 ribu maka 10-20%nya langsung dipotong manager. Artinya honor si artis, biaya operasional transportasi, makan, minum, auditional player, dsb di peroleh dari duit sisanya tadi. (Hem…mayan juga ternyata penghasilan si MP ini). Tapi konsekwensinya, biasanya MP tidak mendapatkan komisi dari perolehan penjualan rekaman atau video. Namun tidak menutup kemungkinan MP tetap akan memperolehnya jika dia turut membantu memaksimalkan penjualan album. Sistem yang ini banyak digunakan oleh kalangan indie.

STRATEGI MANAGEMENT Di kesepakatan ini, kita harus tahu strategi apa yang akan digunakan calon MP untuk memajukan proyek band kita, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Deskripsi jobnya seperti apa, bagaimana cara memperoleh biaya operasional, dan apa saja target-targetnya. Mari kita minta si manager untuk membuat aturan kerja dalam versi mereka dulu, setelah itu kita pelajari dan jika sudah oke tinggal kita sepakati bersama.

Lewat sebuah obrolan chating di Fesbuk, saya mendapat cerita dari seorang kawan mantan manager artis, bagaimana dulunya dia menempatkan posisinya bukan hanya sekedar sebagai pe-management artis-artisnya, tapi juga sebagai penengah sejumlah persoalan pribadi antar mereka. Hem, untuk yang satu ini saya tidak sepakat. Seorang Manager itu tugasnya jelas sangat berbeda dengan seorang baby sister. Harus ada batasan-batasan yang jelas untuk menjurus pada kerja professional. Cerita diatas menunjukkan bahwa si band ternyata menganggap musik bukan sebuah proyek kerja, tapi hanya media untuk ngetop belaka.

Band yang professional adalah  band yang telah memiliki dan menyepakati aturan main internal sebelum mengajak seorang manager terlibat di dalamnya. Karena itu jarang sekali kita lihat di infotainment, bahwa jika ada berita konflik artis, seorang manager bakal ikut-ikutan memberikan keterangan atau statement. Yang gituan jelas-jelas diluar urusan kerja.

Sumber : http://elexyoben.wordpress.com

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: